Ga Santai

skier-portrait-picjumbo-com
Poto dari sini

Setiap kali naik kendaraan,  kalo aku yang dibelakangan tuh suka was-was gitu ya. Takut kalo tiba-tiba kepleset, rem mendadak, njungkir dan bayangan serem lainnya. Sampe Paksu aja komen, kamu takut ya kalo jatuh? kan udah ada yang nyetir, masak iya sih ga liat kalo ada batu.  Deimm..

Jadi, ga tau kenapa tapi bawaanya takut gitu loh kalo lagi diboncengin. Punya trauma jatuh? kecelakaan ? ehmm.. iya sih duluu pas SMA, itupun juga cuma nyenggol anak kecil sepedaan,  ga sampe jatoh  juga kitanya. Tapi heran aja..koq bisa takut sampe segitunya. Anehnya kalo aku sendiri yang nyetir didepan, enggak tuh, berani-berani aja. Ngebut malah.

Lama-lama mulai ga nyaman, sadar kalo ini penyakit, takut yang ga semestinya. Terlalu khawatir, macam ga punya iman. Duhh ..jauh ternyata. Yoweslah,, bismillah mulai lemesin, pasrah. Gimana caranya? Kebetulan waktu itu aku seminggu dua kali harus terapi akupuntur ke klinik Mediko, yang tempatnya lebih jangkauable kalau kita pake gojek. Jadilah waktu itu saya nahan-nahan emosi diatas gojek, latihan napas. Lemesin bahu sambil sholawatan. Sumpah ini susah loh buta aku..dibawa naik motor entah kenceng ato pelan lalu kita cuma diem pasrah gitu. Hmmm..soalnya suka komenan anaknya, pelan-pelan ya Pak… nanti kesini aja jangan lewat situ..lalalayeyeye.. Pusing ga sih dapet penumpang kayak aku hahahaha sorry.

Khawatir berlebihan itu penyakit, apalagi yang enggak pada tempatnya. Ya kayak tadi kasusnya, udah jelas itu naik motor ada yang nyetir, masih aja kan ngatur dengan alasan takut jatuh..Begitupun dalam keluarga, sebagai makmum kita harusnya nurut, menempatkan diri sebagai yang dipimpin,  mengingatkan tanpa egois. Sesekali interupsi dengan alasan yang jelas, itu boleh. Tapi kalo keterusan jadinya mau dominan, nah itu yang harus di rem. Hanya ada satu pemimpin dirumah, dengan segala kapasitasnya suami lebih paham yang terbaik buat keluarganya.

Tapi itu udah lewat yaa..sudah selesai drama takutnya. Sekarang bisa lebih selow, ngatur nafas kalau lagi hebring. Paksu udah ga pernah komen lagi donk kalo lagi ngeboncengin, yippiy..

Pokoknya ga usah ikut ngatur, udah ada sopirnya, dia yang didepan yang lebih tau jalan, ngerti kapan harus belok nge-sign, ngerem dan ngebut.

Sekian 🙂

 

 

Advertisements

Cerita Perpanjangan SIM di Bekasi, Satu Jam saja

patrick-star

Tiap kali berurusan dengan negara, saya harus pulang kampung dulu (Baca: Bikin SIM, KTP dll) Pulang kampung nya sih seneng yah, tapi kalau yang namanya mau ke kelurahan ato polres itu  koq ya mbayangin aja udah males duluan, belum lagi buka-nya weekday ajah. Yaeyalah… emang UGD 24 jam? Hahahaha lha sayang banget kan, kalau sampe ambil cuti. Anyway, ngomongin KTP walaupun sudah berumah di Bekesong kami memang masih warga Blitar sih. Berharap ga lama-lama merantau dan segera kembali ke Blitar 🙂

Nah, bulan depan tibalah saatnya SIM ku habis, pengalaman sebelumnya memperpanjang SIM harus ditempat pembuatan alias pulang ke Blitar. Padahal jadwal manggung bulan depan udah launching, mulai arisan lah, manten dll. Selain itu kita juga masih dalam rangka mengencangkan ikat pinggang (baca: ngirit) karena beberapa bulan terakhir banyak pengeluaran tak terduga. Kalau harus pulkam kan berarti pengeluaran nambah yaa. Okeh, mulai cari info tentang perpanjagan SIM diluar daerah. Dan ternyata BISA loh.. Bisa banget kalau kamu mau perpanjang SIM bukan di daerah asal. Caranya, bisa datang ke SIM keliling, SIM online, langsung ke polres atau gerai” pelayanan di Mall.  Yang syaratnya satu, SIM kamu sudah dalam jaringan Online.

Akhirnya setelah tanya-tinyi, aku coba buat pake SIM online. Hah? ada gt..?Iyapp dan aku juga baru tau hahaha. Trus kalo pake online bisa langsung jadi donk, dikirim? kagak lah..Online yang dimaksud adalah datanya saja yang online, untuk pembuatannya masih perlu main ke kantor polisi juga. Jadi, kita bisa melakukan perpanjangan SIM dimana saja sesuai tempat yang ditunjuk Polri, ofkors saya tidak jadi pulang kampung. Setelah mengisi data via online, baru kita ke tempat yang ditunjuk sesuai data Polri buat nyerahin surat keterangan sehat, foto, dan rekam sidik jari. Berikut cerita singkatnya..

Pertama, kamu bisa input data perpanjangan SIM via web korlantas polri. Sebelumnya silahkan baca aturan pengajuan SIM online kemudian isi formulir yang tersedia. Setelah memilih tanggal dan tempat pengambilan SIM lalu simpan dan konfirmasi akan dikirim ke email kamu. Than donwolad lalu cetak, dan bawalah sesuai tanggal dan tempat dimana kamu akan mencetak SIM yang baru.

Saya pilih tempat terdekat dari rumah yaitu Polresta Bekasi pada hari Sabtu. Sebelumnya saya sudah siapkan surat keterangan sehat dari dokter klinik dekat rumah. Jadi surat sehat ini bisa membuat diluar dokter yang disediakan polres yaa, asalkan ada tes buta warna. Membawa kelengkapan dokumen lain seperti foto copy KTP dan SIM lama.

08.00 kita berangkat dari rumah, dan benar saja sampai di polresta Bekasi sudah full antrian. Pertama datang ke tempat periksa kesehatan, karena saya sudah ada surat keterangan sehat jadi datang langsung masuk ke dokter minta legalisir saja, tidak perlu ikut antrian ya, dan FREE. Kalau periksa kesehatan disini bayar Rp. 25.000 Ini lumayan hemat waktu, karena sampai sana antrinya udah banyak bangets, katanya antri periksa kesehatan ini bisa 60-120 menit, wow banget kan..

Lalu, menuju ke tempat pembuatan SIM. lokasinya ada disamping kantor pengadilan. Begitu masuk langsung disambut antrian yang mengular hahaha.. ga kalah rame sama yang di tempat dokter tadi. Well.. aku langsung ke tempat informasi, diarahkan ke loket pembayaran, lalu bayar Rp. 75.000 untuk biaya perpanjangan SIM. Sebetulnya dengan SIM online, pembayaran ini bisa dilakukan via tranfer ke BANK BRI dengan account sesuai nomor pendaftaran, namun saya milih langsung bayar aja ke TKP. Nah setelah bayar ini, kita diminta ke loket sebelah buat bayar asuransi Rp.30.000 (Kalo ga salah asuransi ini ga wajib ya sifatnya, tapi aku tetep bayar), selain diberi kwitansi, ada juga form yang harus diisi.

Setelah ngisi form, kumpulin lagi ke tempat informasi tadi, nunggu antrian sampai dipanggil buat foto. Kira-kira setengah jam, dipanggil buat masuk foto. Diruang foto masih antri lagi sekitar 10 menit buat bener-bener dipotonya. Nah, tibalah aku dipanggil buat masuk ke ruangan foto, ada tiga unit meja untuk penyimpanan data ini. Setelah foto, rekam sidik jari dan validasi data,kita langsung menuju ruang cetak SIM untuk menyerahkan form data tadi. Lalu, keluar lagi ditempat awal  depan meja informasi untuk menunggu giliran pengambilan SIM. Enggak sampe 10 menit nunggu udah dipanggil lagi donk aku,, and finally..SIM ku jadi hahahaha. Seneng Bu?? iyaash.. Ga nyangka aja, pas datang ngeliat antrian panjang, tapi ternyata cepet. Dari mulai minta legalisir surat keterangan sehat sampai SIM jadi, I only need 1 hour loh, satu jam saja udah dapat SIM baru.. *dancing

Ini aku bikinnya di Polresta Bekasi yaa, dengan kondisi sudah registrasi SIM online dan bawa surat keterangan sehat dari dokter. Sepertinya sama juga regulasi ditempat lain. Asalkan kita sesuai prosedur, data lengkap, mudah koq. Lalu kalo mau bikin SIM baru gimana sis? I don’t have idea..hehehe..belum pernah soale 😀

 

 

An Open Letter for TTC Sisterhood

fa7ec6e60814cb1d3b5d30f5014e7682
If you’re reading this because it’s addressed to you, I’m sorry.
I’m sorry that even though you make it your mission to stay positive and grateful, you wake up every day with an ache in your heartthat never seems to go away.
I’m sorry that people can be so unrelenting and naïve about your struggle with infertility.
“When are you having kids?”
“You just need to relax, and it’ll happen!”
“Have you tried tracking your cycle?”
“You should really just adopt.”
“Maybe your body is trying to tell you something.”
I’m sorry that when people are so unrelenting and naïve, you have to calm the lump in your throat before it turns into sobs, the anger in your heart before it turns into rage, and answer with dignity and grace when it feels like all you can muster is something far less becoming.
I’m sorry that you have to walk by that unfinished “guest room” every day and be reminded it was supposed to be a nursery a long time ago.
I’m sorry your relationship has been tested to the limits by everything you’ve had to endure together.
I’m sorry opening every baby shower invitation brings tears to your eyes when it should bring happiness to your heart.
I’m sorry you’ve been unable to make your parents grandparents when you know they’d be the best grandparents ever. I’m sorry you feel guilty because of it.
I’m sorry you have to watch the world go on around you when it feels like your whole world is falling apart.
I’m sorry that the emotional burden is not the only one you carry.
I’m sorry you have to put yourself into debt just to create the family you’ve always dreamed you’d have.
I’m sorry a diaper commercial can make you cry because you’ve held it together just long enough to get through the day without anyone knowing the sadness you carry.
I’m sorry you feel like your body has failed you.
I’m sorry you feel like you’re in this struggle alone.
But you’re not. I’m here with you.
The truth is, you don’t need me to tell you all the reasons why I’m sorry to be a part of this TTC sisterhood — you live it every day. You carry the same heartache and torment that I do. Right now, maybe what you need are all the reasons why I’m not sorry.
I’m not sorry you have learned to love yourself for your strength and courage. This journey is not easy, but you still get up every morning and find your inner strength even when it feels like there is none left.
I’m not sorry you have learned to be vulnerable with those whom you love. Sharing a private struggle like infertility can be terrifying, but vulnerability is not a weakness; it is heroic.
I’m not sorry this struggle will make you an even better mom someday. You have learned patience and compassion and gained a gentleness that can only be created through a heartache like this one.
I’m not sorry that your pain has helped you to find a voice to help others when they feel alone.
I’m not sorry that you’ve found the real meaning of friendship by learning to let some relationships go while growing others that are more fulfilling.
I’m not sorry you have learned how to really be there for your partner when they need you. I’m not sorry you’ve learned to let this heartache bring you closer instead of letting it tear you apart.
I’m not sorry you have had to learn how to put yourself first, placing your own needs before the needs of others.
I’m not sorry you have had to learn how to put all of your faith into something that carries no certainty, no guarantees but have learned to appreciate that there’s always a chance — always.
I’m not sorry that your infertility struggle has forced you to be grateful for all you do have in this life, and I’m not sorry that it’s taught you to appreciate the small things.
I’m not sorry that we’re all in this together.
Hundreds or even thousands of miles apart, we are all living the same story. So even if it’s just for today or even just in this moment, try not to be sorry you are a part of our sisterhood. We are some of the strongest women I know, and we’re all in this together.

Cerita dari Bu Popon KIMI

Siang itu ketika sedang asyik berselancar di Fesbuk, saya menonton sebuah video yang di-share oleh teman di linimasa nya. Video yang benar-benar menggugah dan menyentuh. Bisa liat videonya di link ini yaa. Video ini berisi tentang Kristina Kuzmic, seorang wanita, seorang ibu yang begitu depresi dan merasa sangat tidak berharga setelah perceraiannya. She felt broke. […]

via Small Things — Ibu Muda

Deteksi Dini Kanker? Why not??

Ada yang ngerasa sehat, baik-baik aja tapi takut kena kanker?? apa aku aja ya.. yang parno ama kanker? kalo ada, toss dulu kita…Mau kanker servik atau kanker payudara , semua wanita bisa kena. Lalu,  kalo di keluarga ga ada riwayat kanker, emang masih bisa kena gitu?? BISA BANGET.

Tidak bisa dipungkiri selain trend mati mendadak, sakit kanker juga lagi happening saat ini. Duhh..koq serem yaa  T_T Belum lagi, hasil riset yang menyatakan bahwa kanker pada stadium awal tidak menunjukkan gejala alias ga sakit and feeling okay, duuhh..!!

Data dari Dinas Kesehatan, menginfokan bahwa jumlah kematian terbesar akibat kanker di Indonesia adalah, 1. kanker payudara, 2. kanker paru dan 3. kanker servik. Dan yang perlu di underline adalah, kedua penyakit diantaranya diderita oleh perempuan.

Perempuan mempunyai dua organ yang beresiko terkena penyakit mematikan ini. Namun, tahu ga sih bahwa kanker payudara dan kanker servix itu dapat dicegah dan bisa disembuhkan? Yes, pastinya dengan deteksi dini kanker, kalau memang ketauan positif  kemudian dilakukan perawatan dan pengobatan yang tepat, kanker payudara dan servix dapat disembuhkan.

Jadi ceritanya, bulan lalu punya target buat deteksi dini kanker. Lah emang sakit? Alhamdulillah sehat, tapiii aku punya faktor resiko kanker, budhe ku (kakak dari Ibuk) terdiagnosa kanker dan selama promil aku juga konsumsi obat hormonal. So.. udah termasuk wajib nih diriku buat ceki ceki.  Periksa nya kemana say?  aku ke RS Dharmais di Jakpus. Why RS Dharmais? Karena dulu pas masih kuliah aku pengen banget jadi oncologist nurse disana, hihihi *nyengir. Lebih tepatnya, ini rumah sakit rujukan kanker nasional, jadi setidaknya kasus yang ditangani lebih fokus dan punya fasilitas dan tanggap kanker yang lebih dari rumah sakit lain. Kemudian di RS ini ada klinik khusus untuk  Deteksi Dini Kanker, jadi  lebih mantep aja sih akunya. Sebenarnya kalau mau deteksi dini kanker di tempat lain bisa banget, bahkan beberapa waktu lalu puskesmas dan beberapa laboratorium menyediakan Papsmear gratis bagi pengguna BPJS. Jika dirasa kurang komplit, banyak juga rumah sakit swasta yang menyediakan paket deteksi dini kanker.

IMG_20170713_101228_HDR

Karena udah feeling bakalan antri, aku milih berangkat pagi seperti biasa. Naik KRL dari bekesong turun stasiun Juanda, lalu nge-gojek 8 rebu. Nyampe Dharmais jam 7.40 dan udah rame banget. Disana ada beberapa loket, sebenarnya untuk klinik Deteksi Dini ada loket sendiri, tapi mungkin karena  petugasnya belum dateng atau gimana, aku disarankan ambil antrian untuk loket umum. Dapetlah antrian no.9 Sembari nunggu sambil lihat kanan kiri, ada ibu-ibu berwajah pucat digandeng suaminya sambil bawa map gede khas hasil roentgen. Lain lagi di ujung sana, bapak-bapak diatas kursi roda yang tampak lemah tapi menyapa setiap petugas yang lewat didepannya, terlihat bahwa beliau emang pasien lama. Lalu ada juga yang datang bersama keluarganya, sambil bawa bantal dan tas besar, mungkin mereka mau datang untu kemotherapi. Ahh.. another hospital atmosphere, setiap kali ke tempat seperti ini, semakin menunjukkan bahwa kita harus banyak syukurnya, lebih beruntung, punya rejeki sehat, Alhamdulillah..

Jam 07.55 namaku pun dipanggil, setelah ngisi formulir pasien baru, nunggu sebentar buat cetak kartu berobat, langsung dipersilahkan ke klinik Deteksi Dini yang ada di basement gedung ini. Sampainya di klinik, lanjut periksa tensi, berat badan lalu anamnesa tentang keluhan, riwayat kanker dan sebagainya. Lalu kita diminta untuk ganti baju. Oiya saya mau cek deteksi kanker payudara menggunakan USG, awalnya mau milih mammografi sih tapi ga bisa, belum cukup umur eyke hahahaha *berasaABG .. Tindakan mammografi itu menggunakan radiasi sinar X, jadi untuk meminimalkan efek radiasi disarankan untuk periksa minimal usia 35 tahun. Sedangkan untuk ke akuratannya, sama koq periksa pake USG maupun mammo.

Setelah ganti pake baju lab, lanjut ketemu dokter. Kebetulan hari itu yang jaga dr. Hardina, dan alhamdulillah nya kami sudah pernah ketemu sebelumnya. Beliau adalah salah satu fasilitator dalam acara health talk di kantor beberapa waktu lalu. Jadi lebih nyaman aja pas konsul, malah ceritanya kemana-mana hehehe. Next, saya diantar ke ruang radiologi untuk USG. Nah ini yang bikin agak kecewa sih ya, ternyata ruang USG nya sama dengan pasien yang lain.  Padahal sebelumnya udah mikir kalau one stop service gitu, jadi harus ikut ngantri lagi kita. Ga pa pa sih, pas nunggu antrian barengan juga sma Mba” yang juga pasien deteksi dini. Ngobrol asyik, ngalor ngidul yang ujung-ujungnya jadi tau kalau ada tempat jual baju yang lebih murah daripada  tanah abang, namanya pasar Tasik, pas di sebrang stasiun tanah abang dan hanya setiap hari Kamis saja. Hahahaha tetep yaa.. w a n i t a, yang dioomongin ga jauh dari gosipping en shopping muehehehe 😀 😀

Next, dipanggil buat ketemu dokter radiologi, trus di USG. Prosedurnya sama persis kyk USG perut, hanya saja beda tempat. Karena yang antri banyak, jadi abis di USG ya langsung dokternya pergi gitu, tidak ada sesi konsul. Emang ga ada layanan konsul juga sih ya, aku nya aja yang kalau ketemu orang pinter itu bawaannya pengen nanya mulu, cerewet soalnya jadi pasien 😀

Setelah selesai USG, kita balik lagi ke ruangan Deteksi Dini, ganti baju lalu menyelesaikan administrasi. Balik lagi buat ambil hasil 3 hari berikutnya, dan alhamdulillah selesai, tinggal satu lagi tergetnya.. Papsmear. Yuhuu.. jadi kapan mau papsmear ayoen??

Matching ama jilbabnye
Baju lab nya matching sma jilbab euy

Oiya bagi yang mau cek ke Deteksi Dini Kanker RS Dharmais, bisa lihat harga paket pemeriksaan disini yaa

Mumpung masih sehat, yukk deteksi dini kanker!!

 

 

 

 

 

Ditantangin KIMI

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Duh mantep salamnya berasa banget perlu nyapa,nyapu, beberes.. hahaha maklum euy udah lama ga nulis dimarih. Lha koq bisa nongol lagi..?? Gimana enggak, lha wong ditantangin KIMI buat cerita di blog..yaa syapa takut! Ups ..yuk ahh nulis lagi , GERAK lagi.

Apa itu KIMI? KIMI stand for Komunitas Ibu Muda Indonesia yang digagas oleh Teh Achii atawa Bu Popon. Tau Kimi dari blognya Bu Popon, dari judulnya aja udah kece trus koq kayaknya asik yaa sharing bareng ibu muda, akhirnya gabunglah saya. Dan setelah jadi member Kimi,, kaget bookk..ini grup koq ya gini amat bahasannya, anehnya malah bikin krasan dan tetep mau sma Kimi. Udah kena pelet Bu Popon nih kyknya hahaha..

Jadi, Kimi ini nih semacam grup emak-emak setrong yang bikin nagih buat nimbrung, rela buat scroll up ratusan chat, dan ngejalanin challenge tiap bulannya. Menariknya WAG ini nggak ngomongin update list make up or baju kece, gosip artes, jualan, arisan, atau hahahihi saling share hoax en video ga jelas. Di KIMI kita belajar buat AWARE biar bisa WARAS lahir batin, peka dengan diri dan lingkungan. Gimana caranya? ehmm..ini susah sih ya,, kudu langsung praktek soalnya. Salah satu bocorannya adalah ngikutin challenge. Setiap bulan, ada challenge kimi yang sebetulnya biasa sih, tapi respon tiap individu bisa beda pas ngejalaninnya, tergantung dari kadar pede, suka nunda, ngegampangin dan penyakit jiwa lainnya. Hahaha ..gila buwk? yah kan namanya juga pengen waras 😀 And the good news is.. di grup ini kita juga di dampingi oleh soulhealer teh Irma Rahayu, yang juga penulis buku best seller Emotional Healing Therapy dan buku lainnya.  Buat yang belum kenal, sila cek webnya disini yaa.

Challenge pertama Kimi dimulai pada bulan Februari 2017, yaitu beberes dan bebenah.  Apa istimewanya sih, beberes? toh juga tiap hari pasti kita nyapu, ngepel, benahin dapur dll. Yupp..yang dimaksud beberes disini bukan sekedar merapikan tapi juga mensortir. Memindahkan barang yang sudah jarang bahkan tidak digunakan, ke tempat sampah atau ke yang lebih membutuhkan. Barangnya sih oke yaa..tapi kenangannya itu loh yang bikin sesek hahaha. Belum lagi hobi belanja printilan lucu yang sebenarnya ga dipake, lalu nota bekas, dan kertas undangan yang bejubel di laci. Belum lagi toiletris yang sebenernya udah habis tapi masih mejeng di rak gegara botolnya cantik. Ataupun pewarna makanan kuning telor 3 macem cuma beda merk. Duhh.. capek hati sis, kerasa banget mental miskin, insecure dan konsumtif. Challenge pertama ini bikin aku melek, kalau ga selamanya many things at home itu bikin kita happy, sekalipun itu branded dan belinya pake rebutan. Trus, barang yang udah lama ga kepake itu bisa jadi berkah dan senang buat orang lain loh. Ga percaya.. ?? coba deh 🙂

Untuk menyelesaikan challenge ini diberi waktu satu bulan, kita diharuskan lapor dengan mengirimkan foto sesuai challenge. Kemudian di akhir bulan, buat yang lolos challenge akan dipindahkan ke grup baru untuk mengerjakan challenge berikutnya. Nah.. kalau udah gini bakalan deg-deg an deh kita, nunggu pengumuman challenge nya apa hahaha seruuu…

Maret lalu challenge Kimi adalah decoupage. Ini bikin seneng,, soale udah lama niat pengen belajar deco, tapi belum nemu tempat dan waktu yang pas,, ehh malah dijadiin challenge, langsung cuss.. ke vintageous home di daerah fatmawati Jaksel. Pulang bawa oleh-oleh clutch pandan bikinan sendiri dan lesson learn yang ternyata the power of ngegampangin itu bikin kita rungsing. Yes, awalnya udah pede gunting tissue lalu oles lem trus tempel, tapi ternyata kudu dikelopek dulu ampe tiga kali coba..heuheuheu..ga segampang itu pemirsah. Tapi kalau kita sudah paham dan ngikutin rules nya, deco itu asyik, apalagi kalau sudah ada yang nanyain harga hasil deco-an..waaa.. ijo mata 😀 😀

pizap

Next April challenge was Find the Truly Happiness. Challenge paling abstrak, gimana enggak? kita disuruh nyari apa aja yang bikin kita bahagia? seneng? happy? keliatannya mudah sih yaa.. tinggal sebut aja bisa hamil, punya anak kembar sehat, leyeh-leyeh di derawan sambil baca buku, than punya uang banyak bisa umroh sekeluarga, jalan-jalan ke yurop, lalala.. lilili.. But that’s not, happiness is about find the passion. Pernah kepikiran ga kita itu senengnya apa? bukan ikut-ikutan, bukan biar dikira update dan kekinian. Nemu passion ini memang ga gampang, dan mungkin sampai sekarang pun masih bingung, sebenarnya kita itu senengnya ngapain (dalam arti yang postif dan menghasilkan ya gaes). Nah diujung setoran challenge bulan ini saya milih masak dan bikin kue as my happpines. Ceritanya mirip pas awal bikin saladoremi Kalau kata teh Irma Do your passion and money will follow. * nahh *praktekin!

Kalau pas Mei kemarin sebelum diumumin challenge nya kita mau ngapain, Bu Popon ngasih prolog ..yaitu kita disuruh nulis daftar dosa mulai dari kecil ampe segede ini. Dan harus ditulis pake pulpen dan kertas. Kebayang ga sih rasanya nulis dosa masa lalu, yang udah pengen kita lupain trus ditulis lagi. Astaghfirullah..kebuka semua sifat arogan dan sombongnya kita, kurang syukur,  minta ini itu, padahal Allah ngasih nikmat yang banyak dan itu gratis tanpa ngulik dosa – dosa kita…. Ya Allah T_T

Selanjutnya baru dikasih tau bahwa challenge yang sebenarnya adalah berbagi. Kita diminta memberi makan senilai 30 ribu untuk 5 orang yang membutuhkan, dan transfer minim Rp.30.000 untuk acara bukber KIMI bersama adek panti asuhan di Bandung. Ngerjain challenge ini dengan prolog yang itu tadi rasanya campur aduk. Pastinya sih jadi tau masih ada banyak orang diluar sana yang lapar, disaat kita bisa makan dengan lauk yang beragam, duduk dan nggak kepanasan. Dan satu lagi,  tidak ada alasan untuk tidak memberi jika kita ingat dosa yang banyak kita perbuat.

Juni lalu challenge nya ‘hanya’ membaca satu buku sampe tamat, terserah mau buku apa aja. Lagi-lagi tiap ngerjain challenge kimi, responnya beda, nggak semudah yang kita bayangin. Kalo kata Bu Popon sih, sebenarnya challengenya itu bukan di judul, like membaca, beberes, berbagi..Noo!..challenge yang sebenernya ya prosesnya itu,, ngesot cyiin. Walaupun cuma baca yang notabene aku suka, tapiii bulan ini kayaknya no time buat baca buku. Pas ramadhan, kerja aja udah gasrak gusruk sambil ngantuk, belum lagi nyiapin buka, sahur trus wikend pake acara bikin kue lebaran. Lalu ga kerasa hebohnya udah ganti mikirin mudik hwaaaa.. baca bukunya kapan cobak??Masak mau nyerah, tinggal baca loh..baca, buku udah ada.. Bismillah, pasang target sebelum mudik harus kelar, harus sudah setor challenge. Dan alhamdulillah bisa juga, finish baca Happy Little Soul-nya Ibook @retnohening.  Memang betul ya, musuh yang paling tangguh itu adalah diri sendiri. Sebenernya kalau kita mau mulai, nggak akan berat koq. Masalahnya adalah kitanya lebay, ga punya waktu lah, sibuk lah, yang semua itu intinya adalah MAGER, dan MALAS *duarr

Dan challenge bulan ini adalah…jeng…jeng..menulis. Ini juga penyakit nih, padahal udah rencana mau nulis review tempat makan,  cerita kopdar KIMI, mau share beberapa artikel keperawatan, tapi yaaa penyakit kronis malesan dan mageran tak kunjung usai. Padahal  udah ngerasain sendiri kalau nulis itu bisa release stress, bisa sekedar sharing  yang  awalnya curcol sampe ada manfaatnya buat orang lain.Ya sutra lah yaa.. semoga bisa terus ngejalanin chalenge Kimi dari yang kemarin mulai beberes, berbagi, baca , nulis dan yang pasti aware sama prosesnya.

Sejauh ini, buat saya gabung di Kimi ga ada ruginya. Challenge yang diberikan tiap bulan bikin maksa gerak, menghasilkan dan bermanfaat. Dari Kimi saya belajar untuk aware, bersyukur atas sekecil apapun yang terjadi dalam hidup kita. There is no coincidence, tidak ada satupun di dunia ini yang kebetulan! Even itu masalah, tetep aja tujuannya baik. Cuma kitanya aja yang belum paham,  ngga ngerti. Dari cerita bebo Kimi pula yang mengingatkan saya untuk pandai bersyukur dan ngga baperan. Untuk poin ini, alhamdulillah sudah bisa praktek pas mudik lebaran kemarin. Pertanyaan macam  “belum hamil ya? koq lama sih, ga mau punya anak?udah program kemana aja?” berhasil saya hempaskan hahaha *tawasetan

 

Yukk ahh.. sembuh, waras, gerak!

 

Iseng Iseng Berhadiah

13736036_310877659257690_1200785570_n

 

Hari ini ada tiga pesanan salad masuk. As usual harus reject sementara karena memang kondisi sedang tidak memungkinkan. Rumah kami lagi porak-poranda gegara plafon dijebol sama pak tukang. Ehmm..sengaja sih, sekalian ngerapihin teras hehehe. Sudah hampir tiga tahun ditempati, alhamdulillah akhir tahun ini kami bisa renov rumah. Awal Desember kemarin sudah pasang pengumuman di ig kalau salad kami sedang libur produksi hingga batas waktu yang belum ditentukan. Jangankan saladoremi yang off, majikan dan kucingnya pun berhasil terusir sama pakde tukang 😀

Selama satu bulan sudah lumayan sering saya reject pesanan salad. Sedih. Bukannya gimana juga sih, tapi rasanya tetep ga enak antara sayang itu orderan dan berasa nolak rejeki. Apalagi kebanyakan yang order sudah langganan, yang mungkin belom lihat update  ig kami yang sedang off produksi. Tapi yasudah lah yaa, kalau masih rejeki pasti kembali.

Berawal dari ikutan food combine. Waktu itu saya selalu sarapan buah, kadang bawa dari rumah kadang beli disebrang kantor. Kalau lagi sarapan suka iseng temen lewat depan kubikel trus nyomot, lama-lama beberapa dari mereka ikutan juga sarapan buah. Kemudian mulai bosen kalo makannya gitu-gitu aja, dikasihlah itu dressing zaitun. Ga bertahan lama, ganti pure yoghurt, dan kemudian jadi seneng eksperimen bikin dressing.

Sejak nemu resepnya kami bawa bekel pake dressing. Saya bawakan juga buat pak suami, dan alhamdulillah temen-temennya pada suka. Karena yang doyan lumayan banyak, mereka pesan untuk dibuatkan. Antara senang dan bingung. Lah.. gimana jadinya??Siapa yang mau belanja? nanti bawanya gimana?trus mau dijual gitu? berapa? hahaha 😀

Okay, akhirnya kita mulai trial. Pak suami open order buat temen kantor, waktu itu saya bikin 5 cup. Mereka yang ngasih harga salad yang kami bawa, dengan intro beberapa harga dari penjual salad buah untuk referensi. Akhirnya fix harga pertama satu cup ukuran 450 ml adalah dengan Rp 15.000. Minggu berikutnya orderan ada 25 .Buat kami yang masih newbie jumlah itu wow banget. Minggu berikutnya nambah 30 dan selanjutnya nambah lagi. Sampai waktu itu ada event kantor suami dan kami terima pesanan 200 cup. Alhamdulillah.. berhasil menuhin ruang tamu kami yang seuprit dan mejeng di kulkas tetangga. Hahahaha..iya, kami cuma punya satu kulkas dirumah itupun maksimal muat 40 pcs. Jadi malam itu kami nitip saladoremi ke tiga rumah, samping kanan kiri sama tetangga depan hihihi.

Sejak itu, pak suami sudah ga pernah bikin semacam order order lagi dikantornya, suka banyak dan kita yang repot. Maklum sih, tenaga dan fasilitas minim 😀   Jadi kalau ada yang mau, bisa langsung order. Setelah tahu how to manage this fruit salad, akhirnya kita belajar jualan, buka lapak saladoremi di instagram. Modal sotoy pake hashtag  aja jadinya. Kepo ke akun yang sukses banyak peminatnya, follow food blogger dan spam like ke teman-teman. Kalau ada yang follback tuh yaa,seneeng 😀 apalagi komen nanyain price list trus fix order. Alhamdulillah happy…

Kalau lagi buka ig, maen yah ke @saladoremi, ga order gpp koq, kita masih libur soalnya 😛

13736023_1250899104922480_1923770222_n